Saya selalu merasa, bahwa sebetulnya kesulitan yang kita hadapi itu berasal dari batasan-batasan yang kita buat. Dulu saya merasa gambar saya jelek dan enggak bisa gambar, lalu berhenti menggambar. Pernah juga saya merasa bahwa saya penulis yang payah, bahkan hingga sekarang, lalu tidak pernah berani menunjukan karya saya.

Tapi kian hari, rasanya hal-hal itu malah membuat saya menjadi semakin payah, sama sekali enggak termotivasi. Maksud saya begini, saat saya berhenti menggambar, saya mempersulit diri saya sendiri dengan...
"ah belum ngerti cara pakai alatnya"
"enggak ngerti cara pakai softwarenya"
"kalau gambar manual susah!"

Lalu saya sadar, bukan alatnya yang salah, bukan softwarenya yang susah, tapi saya yang engga mau belajar. Saya terlalu cepat membuat batasan bahwa saya tidak akan mampu mempelajari semua itu.

Saya mencoba kembali belajar, melihat tutorial, bertanya pada teman yang sebidang interest, dan saya berhasil melawan batasan-batasan yang saya ciptakan sendiri... Mau coba saya ceritakan?

Jika ada satu hari saya bisa bertemu seseorang pada satu waktu, saya hanya ingin bertemu diri saya di 10 tahun yang lalu, memberikannya sepucuk surat, lalu kami duduk berdua saat dia membaca surat itu. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan pada saya di masa lalu, saya memutuskan untuk menuliskan surat itu, meskipun mustahil saya di masa lalu akan membacanya, setidaknya saya akan ingat bahwa dulu saya pernah ada di saat sulit itu hingga bisa jadi seperti sekarang, dan inilah surat yang saya buat untuk diri saya 10 tahun lalu.