Jika ada satu hari saya bisa bertemu seseorang pada satu waktu, saya hanya ingin bertemu diri saya di 10 tahun yang lalu, memberikannya sepucuk surat, lalu kami duduk berdua saat dia membaca surat itu. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan pada saya di masa lalu, saya memutuskan untuk menuliskan surat itu, meskipun mustahil saya di masa lalu akan membacanya, setidaknya saya akan ingat bahwa dulu saya pernah ada di saat sulit itu hingga bisa jadi seperti sekarang, dan inilah surat yang saya buat untuk diri saya 10 tahun lalu. 




Lima belas tahun lalu, ada seorang anak perempuan, selalu takjub setiap pergi ke toko buku, menghabiskan banyak waktu di setiap rak yang tersedia, berusaha kenyang hanya mampu membaca bagian belakang bukunya karena uang jajannya belum cukup untuk membeli buku-buku itu, dia harus menabung sedikit lebih lama untuk membeli buku yang dia inginkan.

Ibunya bilang, "kamu harus berusaha saat kamu mau sesuatu, bukan dengan cara hanya meminta". Dan dia pun terlalu takut meminta uang jajan lebih. Dia menyisihkan uang jajannya setiap hari, terkadang berjualan pernak pernik, gambar atau kue ibunya kepada teman-teman di sekolahnya untuk mengisi celengan tabungnya.

Saat sudah terkumpul uang yang cukup, dibelinya buku pertama dengan uang hasil menabung. Takjub akan setiap tulisan yang tercetak di sana. Membuatnya berusaha menabung lagi supaya bisa membeli buku kedua, ketiga hingga buku-buku memenuhi kamarnya, dari majalah, komik, novel, buku dongeng, semua tersimpan rapi di rak buku kamarnya.

Buku-buku itu sukses menjadi temannya di rumah, di meja makan, di dalam kendaraan bahkan sampai di dalam kelas saat dia bosan.

Tenggelam dalam setiap cerita yang dibagikan para penulisnya.

Lalu tercetuslah sebuah angan dari pikiran kecilnya, "aku ingin membuat buku juga..."

Lima belas tahun kemudian, dia mendapat kesempatan, mewujudkan ucapannya.