#

Drama Sunda


Hari sabtu lalu, saya ada praktek Drama Bahasa Sunda, karena ikutan MOKA, saya gak pernah latihan buat drama ini, untungnya peran saya gak susah jadi bisa improve dikiiiitttt, dan sebelum saya ikut MOKA saya sempet sekali latihan sama kelompok saya jadi udah tau ceritanya gimana. Jumatnya saya MOKA dan sabtunya saya udah harus siap tampil, seperti selogannya Nike, JUST DO IT!


Saya kebagian jadi Icih, seorang pembantu di rumah Linda, janda kembang di Kampung Loak. Icih ini ceritanya pembantu yang lugu tapi cantik (ehm.) saya disuruh pake daster sebagai kostum icih (daster = baju tidur yang biasa dipakai ibu-ibu, biasanya dari batik.) kebetulan saya gak punya, jadilah saya bongkar lemari mama dan engga nemu daster yang cukup, saya nyari di tempat lain, yak, di tempat cucian, akhirnya saya nemu baju daster batik berwarna biru disana, meskipun agak bau cucian tapi masih layak pakai, saya semprot aja pake kispraaay dan voila serasa baru kembali! Selain itu saya disuruh bawa sandal capit, saya tadinya mau pake sandal swallow saya yang maha kece, tapi gak ada, entah siapa yang nyuri, nista sekali dia sampai mencuri sandal swallow, akhirnya saya bawa sandal capit berwarna merah yang ada di halaman rumah tanpa mengecek kondisinya. Setelah dirasa siap, saya pergi ke sekolah naik elang ojeg. 

Pagi-pagi di kelas udah kasak kusuk yang nyiapin property lah, yang ngapalin naskah lah, yang sibuk nyari pacar lah (oke itu saya). Kelompok saya pun ngasih tau tambahan2 adegan yang engga ditulis di naskah. Kita semua berdoa semoga gak kebagian pertama dan pentas ini sukses. 

hello ini icih
Hari itu seharian dipake buat praktek drama sunda dimana kelas saya (XI IPS 4) digabung sama kelas XI IPS 3, kita praktek di Lab Kimia (iya emang gak nyambung). Terus sama Pak yusuf, guru bahasa sunda, kami diundi buat siapa yang dapet giliran pertama kedua dan selanjutnyaaa. Lalu dengan penuh sukacita pak yusuf menunjuk kelompok saya untuk tampil pertama, oh bagus sekali.


Untungnya saya udah sempet download lagu sabilulungan di handphone, jadi bisa buat soundtrack, saya pinjem notebook anak kelas IPS 3 biar suaranya dahsyat (iya, saya emang gak modal). Dan setelah semuanya siap, cerita pun dimulai…………..

Di pos ronda Kampung Loak, Hansip Otong dan Deden tengah serius bermain catur, sedangkan Pak RT membaca korannya. Hansip Otong yang sok jago ternyata kalah dalam permainan catur ini, hingga dia berbuat curang dengan cara memutarkan papan caturnya, lalu dia berteriak bahwa dia menang. Pak RT menengahi mereka dan muncullah cekcok kecil diantara mereka, ditengah percekcokan itu lewatlah Linda, janda muda di Kampung Loak yang baru pulang bekerja. Deden, Hansip Otong, dan Pak RT berebut ingin mengantarkan Linda pulang, saat Pak RT menawarkan diri untuk mengantarkan Linda, muncul Bu RT dan memarahi Pak RT. 

 
 
Di rumah Linda, Linda dan Icih sedang berbincang di ruang tamu membicarakan perihal icih yang tak akan menerima gaji bulan ini karena uangnya Linda gunakan untuk membeli notebook sedangkan icih ingin menggunakan uang itu untuk membeli TV. Setelah selesai mengobrol, Icih mencoba memainkan notebook Linda dan tertidur. Lalu munculah Deden menggunakan topeng dan mencuri notebook milik Linda saat icih lengah. Bodohnya, Deden menutup pintu dengan cara dibanting, icih terbangun dan berteriak karena notebook milik Linda hilang.

Kebetulan Pak RT dan Hansip Otong sedang patroli (iya ngeronda maksudnya) sehingga mereka mendengar teriakan Icih dan mendatangi rumah Linda, Linda yang sedang tertidur menjadi bangun mendengar ada ribut-ribut dirumahnya. Lalu diputuskan bahwa keesokan harinya masalah ini akan dibicarakan di rumah pak RT.


Keesokan harinya, pak RT, hansip otong dan bu RT sudah berkumpul di rumahnya, tak lama kemudian datanglah Linda dan icih, lalu membicarakan perihal perampokan semalam. Saat sedang berdiskusi, muncullah Deden menawarkan Notebook yang sama dengan milik Linda. Semua orang mulai bertanya pada Deden, Deden pun mengaku bahwa dia lah yg mencuri notebook Linda untuk biaya kuliah, Deden pun meminta maaf pada semuanya karena telah mengegerkan kampungnya. Sejak saat itu, kehidupan di kampong loak damai kembali.


Ceritanya sebenarnya merupakan Drama Komedi, hanya saja yg saya ceritakan di atas hanya selewat saja buat yang pengen tau ceritanya :D 

Lalu setelah kelompok kami, berselang dengan IPS 3, praktek drama ini selesai jam 12 siang. Akhirnya satu beban di punggung lepas lagi :---))) 

Terimakasih buat :
1.       Allah SWT yang memberikan saya waktu dan kesempatan sehingga saya bisa memainkan drama ini dengan sebaik mungkin.
2.       Pak Yusuf, selaku guru bahasa sunda yang udah ngasih tugas yang sebenernya seru tapi agak gimanaa gituu ini.
3.       Gugum Ramadhan, Rizal Panca, Iis Linda, Tatik Srigantini, dan Deden yang merupakan anggota kelompok saya yang memahami sekali kondisi saya yang serba limit waktu ini :’ terimakasih udah ngasih peran Icih yang menggemaskan.
4.       Afif Mustaqim yang udah rela saya suruh2 buat mengabadikan momen saat drama, you’re the best guy! :D
5.       Kelas 11 IPS 4 buat dukungan dan segalanya :)
6.       Kelas 11 IPS 3 yang notebooknya udah rela saya jamah buat nyetel bekson buat drama saya dan udah mau ketawa dan bersorak saat kelompok saya pentas.
7.       Kamu, yang udah mau baca cerita ini :)

No comments:

Post a Comment