#

Melankolia [review]

Saya sebagai seorang karyawan sangat mengagungkan hari jumat setelah jam 5 karena itu artinya besok libur.

...

Ya.

Tapi terkadang ada hal yang menyenangkan di sela-sela jam kantor, semisal ada kabar dari bagian front office berkata "Dit, ada paket nih". Kalau udah ada kabar begitu, tentu saja langsung turun dari lantai 2 gedung B menuju gedung A buat ambil paket tersebut. Hore.

Sekitar awal minggu ini, saya dapat paket yang isinya sebuah buku. Buku ini saya dapat dari penulisnya langsung (((sombong))). Kamu juga bisa loh dapat dari penulisnya langsung, mau tau caranya?

Tapi jangan bilang-bilang yang lain ya..

"Beli."

...

Ga lucu ih, Dit.

Nah, buku ini merupakan project komik garapan mas Sakti Yuwono berjudul Melankolia. Penasaran gak isinya kaya apa? Penasaran dong! Biar postingan ini kamu klik readmorenya!



Sebelumnya saya mau sedikit bercerita tentang bagaimana saya mengenal mas Sakti, pertama saya kenalan (ga kenalan sih, saya aja sok akrab pas itu) di Popcon Asia 2016, dia buka lapak bareng komikusnya Arigato Makaroni, Om Erfan Fajar. Di situ dia jualan Melankolia ini, sempet ngobrol-ngobrol dikit di booth dia soal Melankolia dan saya baru tau kalau selain bikin cerita, dia juga yang ngewarnain komik-komiknya (beberapa kontennya merupakan kolaborasi dengan artist lain, profesi ini konon disebut colorist).

fun fact! Mas Sakti ini juga yang jadi inspirasi saya akhir-akhir ini lebih rajin belajar coloring (bisa dilihat di Instagram @helloditta kalau penasaran, penasaran plis). Jadi saya kan sebenernya kurang pd sama gambar saya, terus kaya dapat pencerahan, you can do something else rather than just drawing. Makasi ya Mas! Pokonya kalau saya udah jago, kita collab ya! :))

Nah sekarang kita mulai ngobrol tentang isi bukunya ya.

Covernya saya suka banget, karena saya emang suka buku hardcover. Beberapa buku dongeng yang saya kumpulin ga pernah saya baca, dipajang aja karena suka hardcovernya. Ilustrasinya ciamik dan warnanya asik. Semua isi buku ini berwarna, ada 1 cerita yang warnanya monokrom tapi engga mengurangi keistimewaan buku ini buat saya.



Melankolia ini awalnya terbit di facebook, fanpage yang juga dinamai Melankolia ini sudah punya empat ribu lebih penggemar, masa kamu engga mau jadi salah satunya sih? Kamu tinggal klik aja link ini dan langsung ngeng menuju fanpagenya Melankolia.

Seperti yang sudah saya bilang di awal, Melankolia merupakan kumpulan beberapa judul komik berbeda dan style yang berbeda di setiap cerita. Ada 8 cerita dan 6 artist termasuk mas Sakti yang mengisi buku ini.




Cerita favorit saya adalah Girl at Manser's Shaw, Fresh Graduate, dan Artificial Happiness. Dan keistimewaan lain Melankolia adalah mampu memberi gambaran cerita dari belahan dunia lain. Saya suka gimana sang artist menggambarkan London di Girl at Manser's Shaw, atau saat menunjukan cerita dengan setting tempat di Jepang seperti Fresh Graduate dan Artificial Happiness.

 

Melankolia berhasil membuat saya terpikat sejak pertama kali membacanya, mulai dari cerita, gambar, dan warnanya semuanya sukses membuat saya tidak pernah meninggalkan buku ini setiap saya bepergian. Kalau kamu membayangkan Melankolia membahas hal sedih dan cengeng seperti yang terjadi pada umumnya, engga, Melankolia menyajikan lebih dari itu. Saya kenyang secara visual oleh Melankolia, terkesan pada ceritanya, dan haus akan lanjutannya.



"Katanya review! Kok engga kasih cuplikan ceritanya sih?"

Engga boleh! Kamu harus menikmati Melankolia dengan mata kamu sendiri. Karena Melankolia bisa kamu baca di facebook pagenya, atau kalau kamu pengen punya juga kaya saya, kamu bisa pesan ke mas Sakti langsung melalui email melankoliacomic@gmail.com

"Ih malah dagang!"

Mana dagang, ini kan saran :p kalau emang kamu tertarik sama Melankolia setelah baca di fanpage fbnya terutama, masa engga mau koleksi sih? Saya sebelumnya pernah baca versi digitalnya Melankolia, tapi karena waktu di Popcon Asia lagi gembel banget tuh jadi engga sempet beli, tapi namanya rejeki anak sholeh ya, dapet aja akhirnya meskipun setengah taun kemudian :))

Saya engga pernah ngerasa mubazir kalau harus keluar uang untuk buku yang bagus.

Karena seperti J.K Rowling pernah bilang:
I do believe something very magical can happen when you read a good book

Regards,
Ditta Amelia.

3 comments: