[Hello Goodbye] Caffeine


Di Instagram, beberapa waktu lalu saya bertanya tentang rencana saya untuk posting beberapa cerita dari buku pertama saya 'Hello Goodbye' di blog ini kepada orang-orang. Saya senang melihat banyak yang cukup antusias dengan ini, terutama karena bukunya sudah habis dan tidak akan diproduksi ulang sampai tahun depan.

Jadi untuk mengobati rasa kekecewaan karena tidak mendapat bukunya, saya akan posting beberapa cerita pendek dari buku itu di sini dan kalian bisa membacanya kapanpun :)

Cerita pertama yang saya persembahkan berjudul 'Caffeine', proses pembuatannya bisa dibilang yang paling cepat dan menyenangkan, salah satu favorit saya. Dan semoga kalian juga menyukainya!

Happy reading!

Regards,
Ditta.

Hello Goodbye

 

7 tahun lalu, saat saya mulai jadi pelajar SMA, saya lagi terobsesi untuk jadi penulis fiksi. Tiap hari membaca buku fiksi, menulis sesuatu di tumblr, menabung tulisan satu persatu di microsoft word.

Semua berawal dari sebuah draft yang diberi judul 'Hello Goodbye', ini pernah diniatkan untuk jadi sebuah hadiah ulang tahun yang tidak pernah dikirim. Dan berkumpul dalam sebuah folder dengan draft lain yang tidak pernah diselesaikan.

Tahun demi tahun, draft dalam folder itu semakin bertambah, sampai akhirnya di usia saya yang ke 21, saya memutuskan bahwa semua tulisan yang pernah saya buat akan saya tunjukan pada mereka yang benar-benar akan menghargai ini.

Lalu beginilah proses saya memulai kembali pengerjaan buku saya yang berjudul 'Hello Goodbye'..

Komik Ga Jelas [Review]


Pernah gak sih kita denger orang ngelawak terus ga lucu, atau juga orang ngelantur engga jelas tapi sebenernya lucu tapi bikin kesel?

Saya pernah.

...jadi orang yang ngeselin karena garing.

Sampai suatu waktu, saya beli buku berjudul 'Komik Ga Jelas' yang ternyata jauh lebih ngeselin dari kelakuan saya ke orang sekitar.

Sebenarnya komik ini pernah saya live review di Instagram, tapi saya janji untuk bikin review tertulisnya supaya lebih banyak orang yang kesel dan ga jelas.

Hmm, penasaran gak sih kenapa judulnya 'Komik Ga Jelas'? Dan kenapa saya sampe kesel sendiri bacanya?

Jawabannya...

adalah...

Transisi


Bagaimana rasanya seseorang yang sangat menyukai kota kelahirannya, harus pindah ke sebuah tempat yang belum pernah dia datangi sebelumnya?

Ini terjadi pada saya baru-baru ini.

Jadi, setelah sekian lama.
akhirnya saya meninggalkan Bandung.
Bukan ke tempat yang terlalu jauh, memang. Hanya berjarak sekitar 5 jam dari Bandung.

Dua puluh satu tahun tinggal di tanah parahyangan membuat saya memiliki kecintaan berlebih pada Bandung. Jika ada yang bertanya tempat yang paling ingin saya tinggali sampai mati, Bandung adalah jawabannya.

Lahir, tinggal, sekolah, hingga bekerja di sana semuanya menyenangkan, semua aspek kebahagiaan terpenuhi. Keluarga, teman, tempat favorit, semuanya ada di sana.

Tidak pernah terpikir untuk pindah ke kota lain sebenarnya, di Bandung pun cukup. Ditta muda saat itu berpendapat begitu.

Lalu bagaimana saya bisa tiba-tiba pindah dan meninggalkan Bandung? Begini ceritanya..

Sebuah Surga Literatur Bernama Batu Api

Jika ditanya satu hal yang paling saya suka di dunia ini, jawabannya sudah jelas: kamu.

...

...

...

IYAAA BECANDAAAAA

maksudnya, buku.

Sejak kecil, saya bukan anak yang mudah bergaul dengan teman sebaya atau tipikal main sama temen sekomplek, jadi ya kebanyakan waktu saya dihabiskan di rumah, dan dengan buku.

Waktu saya SMA, saya ingat pernah mampir ke semacam perpustakaan kecil di dekat Unpad Jatinangor, atmosfir di sana menyenangkan. Sayangnya saya cuma sempat mampir sekali dua kali saat itu, dan keburu merantau ke kota untuk urusan sekolah.


Tempat itu bernama 'Perpustakaan Batu Api', sempat mengobrol sedikit dengan Bang Anton selaku sang pemilik perpustakaan itu, begini ceritanya...

Manungsa [Review]



 "...selamat tahun baru 2017"

.......yeay?

IYAAA MAAF MAAF UDAH LEWAAAT MOMENTNYAAAA

Jadi saya kembali dengan habit yang sama, dan selalu terjadi, yaitu mulai males ngisi blog, ya gimana, kehidupan sosial lebih menggiurkan dibanding nulis di sini /dikeplakin/ becanda, ah. Ya emang akhir-akhir ini lumayan sibuk caper di sosmed lain sih, contohnya twitter dan instagram, karena kadang kalau bikin konten di blog saya engga mau kaya setengah-setengah atau ngasal, padahal sebenernya konten yang udah ada di sini pun engga serius-serius banget nulisnya, halah.

Sebulan lalu pingin nulis tentang apa yang sudah saya dapat di 2016, tapi ya terus menjadi ide yang terlupakan, niatnya pun padam. Tapi mungkin kapan-kapan saya tulis, kalau masih inget, mungkin..

Anyway!

Salah satu hal yang saya dapat tahun lalu adalah banyak beberapa komik dari komikus lokal idola saya yang merilis komik baru mereka, salah satunya adalah 'Manungsa', karya Erfan Fajar dan Jaka Ady.



Yak, mari mulai membicarakan tentang Manungsa!