#

Manungsa [Review]



 "...selamat tahun baru 2017"

.......yeay?

IYAAA MAAF MAAF UDAH LEWAAAT MOMENTNYAAAA

Jadi saya kembali dengan habit yang sama, dan selalu terjadi, yaitu mulai males ngisi blog, ya gimana, kehidupan sosial lebih menggiurkan dibanding nulis di sini /dikeplakin/ becanda, ah. Ya emang akhir-akhir ini lumayan sibuk caper di sosmed lain sih, contohnya twitter dan instagram, karena kadang kalau bikin konten di blog saya engga mau kaya setengah-setengah atau ngasal, padahal sebenernya konten yang udah ada di sini pun engga serius-serius banget nulisnya, halah.

Sebulan lalu pingin nulis tentang apa yang sudah saya dapat di 2016, tapi ya terus menjadi ide yang terlupakan, niatnya pun padam. Tapi mungkin kapan-kapan saya tulis, kalau masih inget, mungkin..

Anyway!

Salah satu hal yang saya dapat tahun lalu adalah banyak beberapa komik dari komikus lokal idola saya yang merilis komik baru mereka, salah satunya adalah 'Manungsa', karya Erfan Fajar dan Jaka Ady.



Yak, mari mulai membicarakan tentang Manungsa!



Manungsa pertama kali terbit di Kosmik Mook edisi pertama yang rilis di Popcon Asia 2015. Dan setelah rilis 9 chapter di Kosmik, akhirnya seri kompendiumnya pun rilis Agustus 2016. Harganya 48.000, berjumlah 248 halaman.


Cerita utama di sini berkutat antara Kanaka dan Rakai yang orang tuanya tewas karena suatu ledakan. Sang kakak, Kanaka, berusaha mencari apa penyebab dari hal itu. Setting tempatnya sendiri adalah Giacarta, atau mungkin Jakarta beberapa tahun mendatang. Yang menarik dari komik ini adalah tema yang diangkat yaitu tentang klenik, atau urban legend yang ada di Indonesia digabungkan dengan teknologi.
Image may contain: 1 person, drawing
Rakai x Kanaka
source
Maksudnya klenik di sini, para tokohnya yang disebut anomali memiliki semacam kaitan dengan makhluk klenik lokal, ya misal jelangkung, babi ngepet, atau bhuta. Seru banget ngeliat yang biasanya ditakutin oleh warga sekitar jadi sesuatu yang keren.





Dan pada dasarnya nanti akan ada semacam pertarungan antara bangsa anomali dengan G.A.R.D - Giacarta Armored Reinforcement Division. Dan tokoh G.A.R.D yang memegang peran penting di cerita ini adalah Rana Neina, yang sosoknya terinspirasi dari Reina Nounen (iya, yang main di Amachan), dan komandan pasukannya bernama Backpfeifengesich yang artinya a face in need of a fist (pada gak tau kan! makanya follow twitternya @erufan)




Oh, dan di versi kompendiumnya, ada beberapa halaman tambahan seperti proses kreatif, sketsa karakter, dan satu chapter tambahan yang engga ada di kosmik (dan chapter ini jadi salah satu penyambung untuk menuju chapter selanjutnya di buku 2)

kakak idolaku <3

Artworknya udah jelas salah satu bagian favorit saya, Jadi saya emang ngefans sama om Erfan dari sejak baca Arigato Macaroni (yang juga jadi salah satu inspirasi saya dalam pembentukan Happy Hour Comic, ga usah ditanya yang itu apa kabarnya). 

Jadi Manungsa adalah kombinasi dari sebuah cerita dan gambar yang keren, jadi salah satu yang saya tunggu sejak om Erfan mulai kasih liat teaser komik ini di twitter. 


Image may contain: 2 people
source

Buat yang penasaran dan belum sempet baca komiknya di kosmik atau beli kompendiumnya, kamu bisa baca 2 chapter pertama di websitenya kosmik :D sisanya tentu saja kamu harus purchase dengan beli kosmik atau beli kompendiumnya :p

Saat ini lanjutan manungsa sudah ada di 2nd Orbit Kosmik Mook yang sudah terbit 2 volume, bisa didapatkan di website kosmik atau toko buku terdekat :) Kanaka keren banget di 2nd Orbit ngomong-ngomong!

Dan ada beberapa hints yang disimpan kreatornya di komik ini, saya mau share tapi takut spoiler, maka dari itu, kamu bisa lihat lengkapnya di sini  atau tonton video di bawah ini


Di halaman terakhir, atau di belakang covernya, itu ada sedikit data tentang para kreatornya. Membacanya bikin saya ngerasa bahwa dua orang ini memang sangat menyukai komik. Rasanya senang melihat ada orang yang begitu suka akan sesuatu dan bisa membuat suatu hal yang bagus dari yang dia suka itu.



Dan yang membuat saya terenyuh adalah saat membaca kalimat ini di data om Erfan...

Menjadi komikus itu hebat, tidak berhenti menjadi komikus, lebih hebat lagi!

------------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk,
Erfan Fajar, 
Terima kasih sudah mengingatkan bahwa jika punya mimpi tidak lantas harus berhenti karena keadaaan.
Tetap membuat karya yang bagus ya, Pak!


Regards,
Ditta Amelia Sarasvati,

No comments:

Post a Comment