#

Sebuah Surga Literatur Bernama Batu Api

Jika ditanya satu hal yang paling saya suka di dunia ini, jawabannya sudah jelas: kamu.

...

...

...

IYAAA BECANDAAAAA

maksudnya, buku.

Sejak kecil, saya bukan anak yang mudah bergaul dengan teman sebaya atau tipikal main sama temen sekomplek, jadi ya kebanyakan waktu saya dihabiskan di rumah, dan dengan buku.

Waktu saya SMA, saya ingat pernah mampir ke semacam perpustakaan kecil di dekat Unpad Jatinangor, atmosfir di sana menyenangkan. Sayangnya saya cuma sempat mampir sekali dua kali saat itu, dan keburu merantau ke kota untuk urusan sekolah.


Tempat itu bernama 'Perpustakaan Batu Api', sempat mengobrol sedikit dengan Bang Anton selaku sang pemilik perpustakaan itu, begini ceritanya...


Selesai mengerjakan semua revisi dan pekerjaan lain, saya berniat pergi ke Jatinangor, beli chatime, doang, tadinya. Tapi yang terjadi saya malah mampir ke sebuah tempat kecil di sudut Jatinangor. Bang Anton tengah duduk di kursinya, di mejanya ada beberapa kliping yang baru selesai dirapikan dan buku-buku yang sepertinya baru dikembalikan oleh peminjamnya.


Batu Api sekarang sudah berusia hampir 18 tahun, pertama kali didirikan pada April 1999. Seiring berjalannya waktu, makin bertambah pula koleksinya. Bukan hanya buku terbitan lokal saja, ada juga terbitan luar bahkan literatur Rusia yang membuatnya sampai dicari kedubes Rusia.

Selain buku, dia juga menyediakan hal lain di sana, yaitu film dan musik, kalau kamu mencari film tertentu yang sudah sulit ditemui, dia bisa bantu carikan. Semua koleksinya berdasarkan atas hobi dan ketertarikannya terhadap literatur, film, dan musik.


Saya memandangi perpustakaan itu berkali-kali, tumpukan buku di setiap sudut, ruangan luas yang membebaskan kita untuk membaca di sudut mana saja, juga aroma buku (yang ini sebenarnya engga terlalu tercium sih :p)

Perpustakaannya terbagi dua ruangan, dan satu ruangannya lebih kecil tapi tetap memiliki banyak koleksi buku. Terhubung dengan sebuah lawang kecil, dan saat mau melewatinya harus agak menunduk karena memang kecil :))




Waktu ditanya "emang engga kesulitan nyari bukunya di antara tumpukan sebanyak ini?", Bang Anton bilang engga, karena dia sudah hafal benar di mana dia meletakkan bukunya. Semua buku dia pisahkan berdasarkan tema-tema tertentu. Seperti sastra, sejarah, daerah asal buku tersebut, atau lainnya.




Melihat tumpukan kliping di mejanya, saya tergelitik untuk bertanya "Ini kliping siapa bang?", "oh ini saya suka bikin kliping aja, ya biar ada kerjaanlah.." Di salah satu sudut perpustakaannya pun memang ada bundling map yang berisi klipingan, salah satunya adalah kliping tentang perpustakaan itu sendiri. Beberapa tahun yang lalu, Bang Anto pernah diundang ke Frankfurt Book Fair.






Banyak faktor yang membuat dia masih senang dengan hobinya ini, dan salah satunya adalah dengan membuat koleksinya ini jadi bermanfaat bagi mahasiswa di sekitar tempat itu. Batu Api berlokasi di antara Unpad Jatinangor, ITB Jatinangor (dulu masih UNWIM), IPDN dan juga IKOPIN dan Batu Api adalah satu-satunya tempat di Jatinangor yang beralamatkan di Jl. Pramudya Ananta Toer (dia bilang ini karena aksi anarkinya saja, lol).

Komik yang ada di situ sepenemuan saya ada beberapa komik terbitan lokal seperti karya Mice dan Benny Rahmadi, atau komik terbitan Eropa dan Amerika seperti Tintin dan Marvel.




Sedikit dia bercerita tentang tidak adanya komik Jepang di Perpustakaannya, karena dia merasa punya tekanan untuk membeli volume selanjutnya atas permintaan pengunjung dari seri komik itu dan itu jadi tidak menyenangkan, terasa punya beban. Maka dari itu dia menutup lapak penyewaan komik Jepangnya.

Di akhir pembicaraan, Bang Anton berkata...
Yang menyenangkan dari mengoleksi buku adalah saat kita menemukan sebuah buku bagus lalu membelinya, rasanya seperti menyelamatkan buku itu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Regards,

Ditta Amelia.

9 comments:

  1. Wah keren juga yak, koleksi bukunya banyak dan oke2 ,,. gak banyak tempat yg masih nyediain seperti ini di tengah gempuran *berat* digitalisasi buku.

    ReplyDelete
  2. bang anton penjaga literasi Jatinangor

    ReplyDelete
  3. Melihat buku sebanyak itu, saya jadi lapar dan haus

    ReplyDelete
  4. Kaya' di film The Great Passage. Suka penataannya. It looks like a cave full of treasures.

    ReplyDelete
  5. wow ada tempat beginian ya..harus ngunjungin kalau pas ke Bandung. wonderful

    ReplyDelete
  6. klw nyari perpustakaan komik ada di cimahi, lumayan kumplit

    ReplyDelete
  7. Mirip seperti Toko Buku Cak Anton di FIB UI

    ReplyDelete