#

Di balik nama



Hal paling sering orang tanyakan ke saya saat berkenalan adalah, "Kenapa usernamenya helloditta sih?"

Username ini sendiri sebenarnya sudah saya pilih sejak SMA, semua diawali oleh satu kejadian, atau lebih tepatnya satu orang

William Shakespear pernah berkata "apa arti sebuah nama?"

Ada.

Dan punya saya begini ceritanya...


Saya yang saat itu masih berusia 17, baru saja putus dari pacar tahun itu. Sebelum instagram seramai sekarang karena bisa diakses selain iOS user, sebelum helloditta yang kalian ketahui sekarang hadir,

ada dittameliaa di twitter.

Sibuk bermain dalam timeline yang terbatas pada 140 karakter, mencari teman, melihat idola.

Tidak sengaja melihat satu akun seseorang berawal dari positive campaign yang dia sebarkan saat itu.

Kami tidak pernah berbicara, atau berkenalan secara wajar. Saling menekan tombol follow menjadi penanda perkenalan. Bertukar kontak menjadi tahap selanjutnya.

Baru diketahui kemudian bahwa dia saat itu berkuliah di salah satu kampus teknik negeri di Bandung. Usianya terpaut dua di atas saya. Entah apa yang menjadikan saya dan orang itu jadi lebih sering ngobrol dibanding sebelumnya.

Saya yang baru putus dan dia yang baru menyadari perasaannya, menyukai teman semasa SMA-nya.

Kami hanya sekedar teman curhat saat itu. Terkadang pun membicarakan hal lain, dari mulai hal sehari-hari yang kami lalui masing-masing, sampai tentang teori relativitas Einstein. Membicarakan Mocca yang menjadi band kesukaan kami. Semua menyenangkan, saya bisa menuliskan tentang semua obrolan kami berkali-kali.

Dia kerap kali tertidur duluan di tengah obrolan kami, pagi harinya dia akan muncul dalam bentuk deretan tulisan virtual bertuliskan,

"hello ditta"

Sampai akhirnya, saya jatuh duluan, saya kalah dalam taruhan, dia memonopoli atensi saya. Perasaan ini terlalu jelas untuk disembunyikan, dia pun tahu. Tapi tidak ada yang terjadi di antara kami.

Hingga suatu hari, dia pernah berkata...

"Kamu perempuan terbaik setelah ibu saya."

Coba bayangkan di usia saya yang masih 17, mendapat kalimat seperti itu, dari orang yang saya suka.

Kalimat selanjutnya yang dia lontarkan adalah, "kamu mau kan nunggu saya siap?".

Dia meminta saya menunggu. Tanpa menetapkan deadline, tanpa kepastian bahwa saya akan mendapatkan hasil atau tidak.

Satu bulan, dua bulan, hingga tiba di bulan kesembilan, saya mulai lelah. Resah.

Mulai berpikir bahwa apa yang saya lakukan ini bodoh dan sia-sia. Seorang teman berkata, "Kok percaya banget sih sama dia? Dia tuh bisa aja bohong, dia mungkin cuma menyelamatkan dirinya dengan bilang gitu."

Dan saya, masih percaya. Atau setidaknya mencoba.

Jika kamu bertanya, apakah saya pernah bertemu orang ini?

Tidak pernah.

Bahkan hingga tulisan ini diterbitkan dan kamu baca, saya tidak pernah bertemu dengannya. Ada beberapa kesempatan saya bertemu dengannya, tapi semuanya berakhir dengan kegagalan.
Ingat tulisan konser Dear Friends Mocca? Saya pernah berjanji akan bertemu dengannya di sana, dia pun mengiyakan. Tapi, malam itu, dia bilang handphonenya ketinggalan. Kami gagal bertemu.

Kesukaannya pada tim sepak bola asal London, Chelsea, ternyata juga hampir membuat kami bertemu. Final Liga Champion tahun 2012, saya secara tak sengaja melewati sebuah kafe di Bandung yang sedang mengadakan nonton bareng, dan ternyata dia ada di sana. Saya dan teman-teman saat itu tidak jadi mampir karena penuh. Lagi-lagi semesta belum mengijinkan.

Masih di tahun yang sama, Mocca mengadakan sebuah Secret Gig di daerah sersan bajuri, ada satu pesan saat saya tiba di sana.

"Hey, duduk di depan ya? Pakai kaos hijau?"

Dia melihat saya, tapi tidak berusaha menghampiri, atau sekedar memberi kabar lebih cepat. Dia mengabari saya sesaat setelah dia pulang. Kesal.

Ingat postingan tentang saya membuat papercraft danbo yang mengenakan jersey Chelsea? Ya, itu hadiah ulang tahun untuknya. Saya belajar membuat itu awalnya untuk dia. Saya kirimkan lewat kurir ke rumahnya, tentu saja menanyakan alamat secara baik-baik, saya bukan stalker yang akan mengirim sesuatu tanpa seijin yang punya rumah dahulu. Dan dia senang dengan hadiahnya. Tapi, hanya senang.

Lalu hal yang mungkin akan mengejutkan kalian, buku Hello Goodbye, awalnya adalah hadiah ulang tahun kedua yang akan saya berikan ke dia. Sekumpulan cerita pendek yang saya buat selama berbulan-bulan saya menunggu dia.

Tapi malam itu, dia menelpon saya. Untuk pertama kalinya, saya mendengar suaranya, dia meminta maaf.

Penantian saya sia-sia.

Hello Goodbye menjadi surat yang tidak pernah tersampaikan.

Sampai saya kuliah, beberapa kali kami bicara lagi, perasaan yang dulu begitu menggebu, hilang perlahan, apinya padam, mulai membeku.

Hingga kami tidak pernah bicara lagi.

Tapi ada satu hal yang masih saya simpan darinya, sebuah sapaan setiap pagi.

"Hello Ditta."

Panggilan yang mengkristal menjadi username blog, instagram, hingga buku yang saya buat. Semua berawal dari dia. Yang kini sudah tidak pernah saya tahu kabarnya. Dia baik-baik saja, saya pun.

Kadang, kita dipertemukan dengan seseorang, untuk satu alasan.

Dan dia, untuk saya, adalah salah satu alasan saya bisa ada di sini sekarang,

untuk berbagi kisah, dengan kalian :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


7 Agustus 2018
Ditta Amelia Saraswati
Bandara, sedang menunggu waktu boarding

17 comments:

  1. Kak Ditta, ia bilang "kamu mau kan nunggu saya siap?".
    Pasti ia akan memberi sesuatu kak, mungkin tak skarang. Tapi suatu saat nanti,dan bila bukan dia.. Tuhan ganti dgn yang lebih baik.. :)

    ReplyDelete
  2. Apa yang terjadi sekarang ya kalo notifikasi hpmu mengatakan "Goodbye Ditta"?

    ReplyDelete
  3. Kenapa ya? Kenapa gak bertemu saja? Kenapa gak menyapa saja? Kenapa gak bicara saja?

    Jangan2 kak Ditta belum mandi?
    Who knows..

    ReplyDelete
  4. Apakah ini awal dari blue serenade?? ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. nice, saya juga merasakan hal seperti itu, krn ada pesan yg tak tersampaikan..hhehe

      Delete
  5. Apakah ini awal dari blue serenade?? ��

    ReplyDelete
  6. Semenarik ini kah cerita hidup seseorang? Saya selalu membayangkan hal ini terrjadi dikehidupan saya yang abu ini...

    ReplyDelete
  7. Ntah knp, aku berfikir si dia gak yakin dg suatu hal.makannya dia gak nyamperin. Mungkin gak yakin dg dirinya sendiri

    ReplyDelete
  8. Apapun itu kak,aku tetep bakal suka sama kakak

    ReplyDelete
  9. love this one "... kita dipertemukan dengan seseorang, untuk satu alasan."
    indeed!

    ReplyDelete
  10. Entah kenapa, terharu 🙁

    ReplyDelete
  11. Entah kenapa, aku selalu terbawa suasana dalam setiap goresan tulisannya

    ReplyDelete
  12. Saya pernah baca komik kayak gini. Dia terlalu terpendam oleh kenangan lama sehingga dia sampai sekarang tidak pernah pacaran lagi. Hanya mirip

    ReplyDelete