#

Lantang


Mungkin banyak yang sudah tahu bahwa saya sejak beberapa tahun kebelakang cukup mengagumi idol group JKT48. Tapi ada sebuah kisah yang saya simpan tentangnya sejak beberapa tahun kebelakang, dan hari ini rasanya adalah hari baik untuk menceritakannya...


Nadila Cindi Wantari, sekitar tahun 2012, saya mendengar namanya. Diucapkan dengan lantang dan bersemangat. Tidak menyangka sekitar dua tahun dari sana, saya tanpa sengaja mengenalnya.

Menceritakan tentang Nadila, satu kata yang pasti adalah hardworker. Pada awalnya Nadila adalah salah satu member lini depan di antara teman-teman segenerasinya, saya masih ingat melihatnya di pertunjukan setlist Pajama Drive, bersinar, dan benar-benar siap mengguncang duniamu dengan suaranya.

Namun, seiring waktu berlalu, sinar itu pudar. Dia bukan lagi member yang mendominasi. Tersusul oleh teman-temannya yang lain...

Karena oshimen (member favorit) saya ada di tim J, saya hampir tidak pernah melihat pertunjukannya jika saya ke Jakarta, saya tidak pernah benar-benar mengenalnya selain dari cerita teman atau video yang beredar di internet. Satu yang saya tahu, dia berbakat.

Hingga salah satu teman memberikan tiket handshake pada saya bertuliskan namanya, lalu saya bersalaman dengannya, menyebutkan nama, dan dia bilang dia pernah melihat akun saya di twitter. Kaget? Tentu, tapi dari situ saya tahu Nadila adalah member yang mampu mengingat fans dengan baik, bahkan yang bukan fansnya, dan fanservice dia sangat menyenangkan.

Berkali-kali dia gagal masuk pemilihan member oleh fans untuk Senbatsu single baru, pun tidak terpilih untuk masuk single yang ditentukan manajemen. Jika saya ada di posisinya, saya mungkin akan menyerah saja, saat semua member pernah memakai seragam yang dibuat hanya untuknya, dia belum.

Tapi Nadila tidak pernah menunjukan kesedihannya, tidak mungkin dia tidak sedih atau kecewa, dia menunjukan hasil dari usahanya selama ini, pernah ada hari di mana Nadila bisa menghapalkan 16 blocking untuk 16 posisi yang berbeda dalam 1 setlist. Tapi kesempatan itu tak kunjung datang.

Untuk saya, dan banyak fans, Nadila sudah lebih dari pantas untuk menjadi member pilihan di single JKT48.

Bahkan, dia malah terus menyemangati setiap fansnya secara personal di setiap kesempatan yang ada tanpa meminta mereka memikirkan masalahnya. Hal itu berlanjut hingga kini.

Hingga tiba-tiba dia membuat sebuah grup akustik dengan 3 member JKT48 lainnya, berbekal sebuah gitar yang dihadiahkan fansnya pada ulang tahun yang 17, dia belajar memainkan gitar dan mengajak teman-temannya yang lain membuat video-video cover sederhana, ternyata grup akustiknya mejadi jalan yang baik, beberapa kali dia berhasil perform selain di acara yang berhubungan dengan JKT48, pun perform di luar negeri.

Hang in there, Nadila, good thing takes time...

Dia masih berusia 16 tahun saat pertama kali kami berbicara, dan september kemarin dia baru saja berulang tahun yang ke 20, time flies...

Nadila menjadi contoh untuk saya, di usianya yang semuda itu, dengan tanggung jawab yang dia pikul, dan masalah yang dia punya, dia tidak pernah berhenti berusaha. Hal ini juga yang membuat saya tidak berhenti menulis, tidak berhenti menggambar.

Ada masa di mana saya mulai pesimis dengan kuliah dan karir saya, di Bandung semua terasa kacau, bahkan sampai hubungan sekali pun. Untuk pergi ke Jakarta bertemu teman pun sulit. Dan dia selalu menyemangati saya baik-baik di seetiap dia berulang tahun, kami mengambil birthday photo berupa foto polaroid yang dia bisa tuliskan sesuatu di sana.

Beberapa tulisannya bertuliskan "Kak Ditta cepet lulus kuliah!", "Kak Ditta kangen!", "Kak Ditta apa kabar?" hingga di tahun ini dia menuliskan "Semangat authorku!" setelah dia tahu bahwa buku saya akan segera rilis. Bukankah manis bagaimana orang yang sangat sulit kamu temui, bisa memberikan semangat di salah satu hari istimewa.



Lucunya, setiap dia berulang tahun, saya tidak pernah absent untuk hadir ke teater JKT48 ikut meramaikan hari istimewanya. Dan dia sudah bukan lagi gadis kecil yang siap mengguncang duniamu dengan suaranya, namun telah berevolusi menjadi seorang gitaris kidal yang tidak hentinya berusaha menggapai impiannya.

Usianya mungkin bertambah, pola pikirnya berubah, tapi dia tetap gadis yang tidak hentinya membuat saya bangga melihat perkembangannya.

Di perayaan ulang tahunnya yang ke 20, dia berkata dia menulis sepotong lirik yang terinspirasi dari fansnya.
Aku ada karena suatu alasan, melihat dirimu tersenyum salah satunya.

Dan hari ini, video dari lagu 'Lantang' yang dia buat dengan grupnya sudah rilis, kamu bisa menontonnya di sini...


Sinar yang pernah redup itu, kini mulai kembali menunjukan pijarnya perlahan.
Sekarang, mereka sudah bisa mendengar suaramu yang lantang itu kan? :)

------------------------------------------------------------

Untuk Nadila Cindi Wantari,
terima kasih karena menunjukan bahwa setiap usaha, sekecil apapun akan menemukan tujuannya.


Ditta Amelia Saraswati,
3 Oktober 2018

5 comments:

  1. Kalo ga salah Nadila itu gen 2 ya? Sudah lama sekali ga begitu ngikutin JKT48. Jadi ingat penggalan lirik lagu Shonichi yaitu "Usaha keras itu tak akan mengkhianati", dan Nadila membuktikan hal itu. Tepuk tangan untuk Nadila 👏👏👏👏👏

    ReplyDelete
  2. Wadadaw, kisah yg mengharukan.... 😶

    ReplyDelete
  3. Terharu ka bacanya, semoga tahun ini jadi tahunnya Nadila!

    ReplyDelete