#

Surat Untuk Diriku 10 Tahun lalu.


Jika ada satu hari saya bisa bertemu seseorang pada satu waktu, saya hanya ingin bertemu diri saya di 10 tahun yang lalu, memberikannya sepucuk surat, lalu kami duduk berdua saat dia membaca surat itu. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan pada saya di masa lalu, saya memutuskan untuk menuliskan surat itu, meskipun mustahil saya di masa lalu akan membacanya, setidaknya saya akan ingat bahwa dulu saya pernah ada di saat sulit itu hingga bisa jadi seperti sekarang, dan inilah surat yang saya buat untuk diri saya 10 tahun lalu. 



Untuk aku di usia 13.

Jika kutanya kabarmu, apa saat itu kamu baik-baik saja?
Atau kamu sudah mulai lelah? Sepertinya itu saat-saat yang cukup berat, beradaptasi dengan dunia baru, teman baru, aktivitas baru, perasaan baru, masalah yang baru. 

Kamu merasa usiamu sudah cukup dewasa saat ini. Seragam yang kamu pakai kini warnanya biru bukan lagi merah, sekolah yang tingga menyebrang dari rumah sekarang kamu perlu berjalan sedikit lebih jauh atau pergi menaiki angkot kalau sedikit malas berjalan.

Kamu tidak usah takut teman sekelasmu akan memusuhimu seperti saat kamu di Sekolah Dasar, masa-masa itu tidak menyenangkan, ya? Tapi kamu berhasil lho, melewati itu semua. Tenang saja, kamu akan mendapat teman-teman baru nantinya, beberapa dari mereka akan terus berteman denganmu hingga 10 tahun berikutnya. 

Kamu merasa cukup dewasa saat itu, buku-buku komikmu sudah mulai bergeser menjadi tampilan layar maya yang selalu kamu pandangi setiap hari, kamu sedang keranjingan bermain sosial media, membagikan banyak hal kepada semua orang, tidak apa kamu akan mendapat banyak teman dari sana yang akan menemanimu di tahun-tahun mendatang. Dan mereka akan menjadi orang-orang paling suportif di hidupmu yang akan kamu tuliskan namanya di setiap ucapan terima kasih bukumu. Percayalah.

Majalah BOBO kesukaanmu sudah tidak semenarik novel-novel romansa yang kini kamu baca. Kamu lebih sering menghabiskan waktu membaca novel itu seharian hingga lupa belajar, akibatnya nilaimu sedikit memburuk. Tidak apa, kelak kamu akan menulis buku seperti itu juga. Ingat impianmu untuk melihat buku dengan namamu di sampulnya? Kamu akan mewujudkan itu 10 tahun lagi. Jangan pernah berhenti bermimpi ya, kecil.

Lagu-lagu lama dari koleksi playlist mamamu akan mempengaruhi selera musikmu kelak, meskipun saat itu kamu masih lebih senang mendengar lagu-lagu band indie supaya dianggap keren. Tidak apa, nanti lagu-lagu itu akan saling melengkapi hari-harimu saat kamu sudah lebih besar dari sekarang. 

Kamu mulai berpacaran di usia ini, pacar pertamamu adalah kakak kelas yang kamu suka sejak melihatnya di masa orientasi siswa. Sayangnya mamamu tidak menyukainya, lucu ya, pacar pertamamu harus diputuskan lewat telepon mamamu padanya. Jangan khawatir, nanti akan ada yang menggantikannya dan lebih menjagamu. 

Kamu masih sering bertengkar dengan mamamu, juga masih sering memarahi adikmu. Tapi kamu kelak akan berpisah jauh dengan mereka, dan hari-hari di mana kalian bisa bertemu setiap hari akan jadi sesuatu yang kamu rindukan. Kamu akan susah pulang ke rumahmu yang selalu kamu anggap membosankan itu. Nanti, kamu akan mengerti bahwa rumah memang tempatmu pulang lagi. Jadi nikmati waktumu saat ini ya. 

Dan di usia itu, kamu kehilangan ayahmu, tidak apa, kamu akan menangis seharian saat dia pergi selamanya. Tapi kamu akan mensyukuri waktu yang kalian habiskan selama satu minggu terakhir sebelum kepergiannya, bagaimana kamu menemani dia saat sakit, atau saat kamu menceritakan lelucon bodohmu yang membuatnya tertawa. Kamu akan melepasnya dengan ikhlas beberapa waktu kemudian, dan kamu sudah tidak akan marah tentang apa yang terjadi di masa lalu di antara kalian. Kamu akan mengingat dia sebagai ayahmu yang paling kamu sayang. Bahkan sampai hari kamu membaca surat ini kelak.

Kamu akan sering merasa sendirian di waktu-waktu selanjutnya, tapi tidak usah khawatir, semua itu hanya terjadi di kepalamu, matamu akan terbuka bahwa banyak orang yang menyayangimu, peduli dan akan mendukungmu. Kesedihanmu akan berganti menjadi rasa bangga teman-temanmu saat melihatmu berhasil bangkit. Kekecewaan orang tuamu akan digantikan rasa haru karena kamu berhasil menunjukan bahwa pengorbanan untuk pilihanmu tidak sia-sia.

10 tahun lagi, usiamu sudah tiba di hari aku menulis surat ini, jika aku memiliki satu hari kita bisa bertemu, aku hanya ingin memelukmu, lalu kamu akan bingung untuk apa aku melakukan itu. Kamu lebih kecil dari aku saat ini, aku perlu membungkuk untuk memelukmu. Mungkin akan sedikit menangis karena kita berdua memang cengeng. 

Jika ada satu kalimat yang bisa kuucapkan, aku hanya ingin bilang…

“Terima kasih karena tidak pernah berhenti berusaha dan bertahan selama ini.”



Dari aku 10 tahun yang akan datang dari usiamu sekarang.

--------------------------------------------------------------------------

Ditta Amelia Saraswati,
21 Januari 2019


10 comments:

  1. Bagus banget Dit! Aku aja sampe nangis (hampir sih) bacanya. Kayaknya 10 tahun ke depan, kamu versi waktu tersebut pasti menulis jilid keduanya :)

    ReplyDelete
  2. Dit semangat yah, tuhan percaya memberikan peran ini sama kamu.

    ;)

    ReplyDelete
  3. Kereeen. Tapi sedih juga.. Kali aja ingin baca-baca cerita, boleh kunjungi manzilku.com :)

    ReplyDelete
  4. Sedihh bacanya kak ditta, proud of u always :)

    ReplyDelete
  5. Hail Dita!
    Baru nemu blog keren gini heuuu.. Kalo pengen baca yg lain juga bole dong mampir ke blog Saya gipsymarpaung.blogspot.com hehe

    ReplyDelete
  6. Titip salam dong buat Ditta di 10 tahun lalu, "si Baghus gausah dikasih gelang. Karena pada akhirnya dia kehilangan gelang itu sekitar awal semester kuliahnya, kurang ajar emang" xD

    ReplyDelete
  7. Bisa nulis, bisa gambar, kurang apalagi coba! :D

    ReplyDelete